Selasa, 01 Juni 2010

Antena Yagi Untuk Aplikasi Wifi

Ada yang tau tentang antena Yagi..?? ato Yagi uda, Itu lho yang bentuknya mirip duri ikan ato yang sering buat antena TV di rumah. Antena yagi sendiri itu ditemukan oleh 2 orang profesor asal jepang yang bernama Prof. Hidetsugu YAGI dan Shintaro UDA dari Tokyo University. Ada banyak fungsi sebenarnya antena yagi itu selain untuk menerima gelombang UHF untuk TV, antena yagi juga bisa untuk menerima gelombang wifi dari internet hotspot, malahan juga sering digunakan untuk nembak hotspot orang, trus ada juga yang bisa menerima gelombang dari pemancar CDMA jadi kalau didaerah yang sinyal handphonenya lemah dapat menggunakan antena jenis yagi untuk memperkuat sinyal yang masuk ke handphone.

Dibawah ini ada salah satu contoh kegunaan antena yagi yaitu untuk menerima gelombang wifi dengan kriteria pembuatan sbb

1. Menentukan Spesifikasi Antena

  • Frekuensi 2400 MHz – 2500 MHz
  • Gain > 15 dBi
  • SWR <>
  • Zo 50 Ω

2. Menentukan dimensi antenna

  • Panjang 100 cm
  • Lebar 10 cm
  • Jumlah Director 18 buah

Direktor

Panjang

Direktor

Panjang

Direktor

Panjang

1

6.3 cm

7

6.0 cm

13

5.9 cm

2

6.2 cm

8

6.0 cm

14

5.9 cm

3

6.2 cm

9

6.0 cm

15

5.8 cm

4

6.1 cm

10

5.9 cm

16

5.8 cm

5

6.1 cm

11

5.9 cm

17

5.8 cm

6

6.1 cm

12

5.9 cm

18

5.8 cm

  • Jumlah Driven 1 buah ( 6.25 cm )
  • Jumlah Reflektor 1 buah ( 10 cm )

3. Melakukan pemotongan bahan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan

4. Membuat Driven dengan jenis Dipole Sleve ½ λ dengan alasan karena mempunya impedansi ( Zo ) 50 Ω sehingga sesuai dengan impedansi ( Zo ) dari kabel Koaksial yang digunakan.

Driven terbuat dari kabel koaksial 50 Ω dengan panjang total ½ λ yang kemudian ¼ λ nya dikupas baik innernya ataupun outernya dan sisanya dibiarkan terbungkus dengan outernya. Setelah jadi maka driven ditempelkan pada konektor N-Female dengan cara disolder.

5. Setelah driven dan antenna jadi maka selanjutnya tinggal melakukan pengukuran untuk mencari nilai SWR dan Bandwith dengan menggunakan alat Network Analyzer, jika nilai SWR atau Bandwith belum pas maka dicari sampai sesuai dengan yang diharapkan salah satunya dengan cara mengikir driven untuk memperpendek λ atau dengan memperbaiki solderan.

6. Setelah pengukuran dalam dilakukan dan mendatkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan yaitu SWR <>

Blue Print Antena Yagi for Wifi with 18 Director

Dimensi Antena Yagi for Wifi with 18 Director

Director Number

Length

Spacing

Number

cms.

cms.


1

6.3

0.9

2

6.2

2.2

3

6.2

2.6

4

6.1

3.1

5

6.1

3.4

6

6.1

3.7

7

6.0

3.9

8

6.0

4.0

9

6.0

4.2

10

5.9

4.4

11

5.9

4.6

12

5.9

4.7

13

5.9

4.8

14

5.9

4.8

15

5.8

4.9

16

5.8

4.9

17

5.8

4.9

18

5.8

4.9







Reflector Length (cm)

6.7

Reflector Spacing (cm)

2.9

Driven Element (cm)

6.5

.

.

Spesification

Frequency (MHz).

2450.0 Mhz

Wavelength (cm).

12.5

Boom Diameter (cm).

1

Element Diameter (mm).

0.2

Boom Length (Metres)

1

Gain (dBd)

15.5

Useable bandwidth

2401 to 2499 MHz

SWR

<>

Zo

50 Ohm

Panjang Director

150 cm

Panjang Antena

100 cm

.

.

Bahan – bahan

1. Pipa alumunium persegi 1 Meter

2. Pipa alumunium 0.2 mm silinderer 1,5 Meter

3. Kabel Coaxial 50 Ohm 0,1 Meter

4. Konektor N-Female 1 buah

5. Pipa Paralon 0,15 Meter

6. Tutup Paralon 1 buah

.

Mungkin kriteria diatas bisa kurang akurat saat benar – benar diterapkan menjadi sebuah antena tetapi semua data – data diatas adalah hasil riset yang kemungkinan ada banyak perbedaan dengan hasil orang lain. Maka hanya sekedar saran saja untuk mendaoatkan hasil yang maksimal dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Contoh Gambar Nyata Yagi Buatan Sendiri

yagi


Antenna Omni Sederhana

Antena Omni


Bahan bacaan dari tulisan Pak Gun tentang "Merakit Homebrew Antenna 2.4GHz" menjelaskan sebagai berikut,


Antena Omni memiliki pola radiasi yang menyebar sama rata ke segala arah, sehingga cocok digunakan sebagai antena access point.

Diagram Antenna Omni Collinear 2.4GHz
Diagram Antenna Omni Collinear 2.4GHz


Diagram Sambungan Antenna Omni 2.4GHz ke Access Point
Diagram Sambungan Antenna Omni 2.4GHz ke Access Point

Bahan

  1. Pipa PVC 1 inch panjangnya disesuaikan dengan element antena
  2. Tutup pipa 1 inch : 2 buah
  3. Kawat email diameter : +/- 1 mm
  4. N-type female connector
  5. Klem pipa : 2 buah
  6. Baut secukupnya
  7. Busa plastik secukupnya


CaraPembuatan

  • Siapkan bahan-bahan yang diperlukan
  • Pasang N-Connector ke tutup pipa 1 inch yang akan di pasang di bagian bawah.



  • Pasang busa plastik yang dibentuk lingkarang yang dibelah sebagian untuk penyangga kawat email agar center di dalam pipa dan tidak bengkok.

  • Masukkan kawat email yang telah dipasang busa plastic ke dalam pipa.
  • Solder kawat ujung bawah email ke inner n-Connector.
  • Pasang kedua tutup pipa.
  • Siapkan klem seperti gambar di bawah. Menggunakan sembarang bahan isolator yang cukup kuat dan tahan lama jika dipasang di outdoor. Plat putih pada gambar di bawah terbuat dari pipa PVC ½ inch yang dipanaskan kemudian dipress. Lengkungan yang membentuk huruf C terbuat dari pipa PVC 1 inch yang dibelah kira-kira ¼ lingkaran.
  • Pasang klem ke antena omni.
  • Pasang antenna ke pipa tiang antenna seperti gambar berikut

Video Tutorial Membuat Antena OMNI 14 dBi

10 Votes
Quantcast

Kali ini saya akan memberikan tutorial pembuatan Antena OMNI 14 dBi yang sudah pernah saya buat bersama dengan diaz dan fajar. Pertama kali saya juga searching melalui om google dan ternyata saya mendapatkan file video dari ICT Centre Jakarta, nah langsung aja saya download file video tersebut. Kemudian selama seminggu (lama banget ya??) saya dan temen-temen saya membuat antena tersebut. Namun antena tersebut masih belum bisa berfungsi dengan baik, masih terdapat banyak kesalahan disana-sini. Tanpa pikir panjang, kami bertiga kemudian langsung meluncur ke lokasi ICT Centre Jakarta tersebut di Jakarta Timur. Setelah dikoreksi sama pihak sana, OMNI saya masih kurang presisi. Jadi dalam membuat antena harus benar-benar presisi dalam mengukur dan membuat, harus sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Dan kami juga lupa untuk memasang kawat yang berfungsi untuk mengatur frekuensi yang panjangnya harus benar-benar akurat.

Tahap 1 : Persiapan Peralatan
1.Paralon 1 1/4 inchi
2.Dop Paralon 1 1/4
3.Busa Kapiler AC
4.Pipa capiler AC 0,6mm
5.Coax Rg 6 U
6.Plat Tembaga 0,5mm
7.N conector Female
8.Cutter, Pipe Cutter
9.Timah dan Solder Besar
10.Bor tangan
11.Tang potong, Tang Cucut
12.Gunting seng

Tahap 2 : Membuat Elemen
Buatlah 24 buah elemen pipa capiler AC dengan menggunakan pipe cutter dengan ukuran 4,7cm, lalu kemudaian potong kabel Rg 6U dengan ukuran 6,7cm sebanyak 24 buah juga, kupas bagian luar kabel, dan lepaskan serabut ground-nya sehingga tinggal satu kabel dan busa pelindung kabel saja yang tersisa kemudian masukan satu persatu kedaam pipa capiler AC,.nah sekarang kita sudah punya 24 buah elemen, susun kemudian solder.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, pertama pada saat memotong pipa capiler AC sebaiknya jangan terburu2, karena ujung capilernnya bisa mengecil jika anda memaksakannya, bentuknya jadi tidak presisi, kita membutuhkan bentuk lurus dan presisi,jadi motongnnya harus hati2 dan perlahan, kemudian hal yang kedua pada saat menyolder kita harus menggunakan solder yang sangat panas, karena jika terlalu lama dalam proses menyolder ini akan mengakibatkan busa didalam kabel RG6 U meleleh dan akan konsleting. Jangan lupa setelah semua pekerjaan diatas selesai, test terlebih dahulu menggunakan multi tester di setiap bagian, konslet atau tidak.

Tahap 3 : Membuat Bagian Bawah
Untuk bagian bawah antena, potong plat tembaga dengan ukuran 8×4cm buat bulatan silinder dan kemudian solder sisinya hingga tertutup rapat, buatkan tutup melingkar bagian bawah kemudian bor untuk memasukan pipa capiler AC, potong pipa capiler sepanjang 7,8cm dan kabel Rg 6 U dengan ukuran 9,8cm seperti membuat elemen diatas. Kemudian masukan kedalam plat tembaga yang berbentuk silinder tadi, untuk bagian bawah panjangannya 3,5cm kemudian solder dengan N Connector, kemudian buatkan ground dari plat tembaga ke N connector dan solder.

Tahap Empat : Membuat Cable Stup

Lanjutkan pekerjaan kita dengan menyambung 24 elemen yang sudah kita solder dengan bagian belakang yang sudah kita buat tadi, jika semuannya sudah tersambung, test dulu dengan menggunakan multy tester, kalo bikinnya bener harusnnya nggak konslet, kemudian kita buatkan cable stup seperti gambar diatas dengan bagian dalam kabel Rg 6U, jika sudah tersolder cable stup tersebut maka pasti kalo di test menggunakan multy tester akan konslet.

Tahap Lima : Packaging (Pengemasan)

Setelah semua proses sudah selesai, tinggal memasukan antena yang kita buat kedalam busa capiler dan kemudian masukan kedalam paralon 1 1/4 inchi yang tersedia, maksudnya agar pada saat keadaan antenna berdiri elemen dan casingnnya tidak berbenturan kalo ada guncangan, jadi awet, untuk casing bisa menggunakan ukuran paralon apa aja, dan sihlakan di kasih warna sesuai selera. Selamat mencoba!

taken from http://sindu.web.id/blog/2008/06/11/membuat-omni-14dbi

Untuk lebih jelasnya, langsung aja lihat video tutorial di bawah ini, atau silakan mendownload file video nya. Gratis tis..tis..tis… hehehe :)

(Video masih dalam proses upload ke youtube)

Antena parabola

Antena parabola adalah sebuah antena ber-gain tinggi yang digunakan untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF parts dari spektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi-frekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja respons yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal.

CarAMemasangAntena Parabola?


parabola.gif


Bagaimana cara memasang antena parabola dengan cara yang baik dan benar? Agar frekuensi sinyal yang kita dapatkan untuk menonton siaran TV atau sebagai peralatan interface internet dengan menggunakan antena parabola baik? Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan antena parabola tersebut :

1. Posisi Parabola :
Letakkan parabola di bidang ( tempat terbuka ) tidak ada halangan ke langit bebas ( bebas dari rintangan seperti : pepohonan, gedung, dll ) serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, bisa dengan cara menuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.

2. Penentuan Posisi Parabola :
Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola ( gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola ). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:

kompas.jpg

Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola ( yaitu titik pertemuan garis vertikal dan garis horizontal tersebut). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.

3. Pemasangan LNBF :
Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, bisa dengan cara menggunakan rumus berikut :

rumus.jpg

4. Pengaturan Sinyal :
Jika antena parabola sudah terpasang ( termasuk kabel-kabel konektornya ), kemudian aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi dudukan ( posisi ) piringan parabola. Kekuatan sinyal yang diperlukan >= 60% dan kualitas >= 70% dengan indikator warna hijau pada receiver yang artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 70% dan bar persentase menunjukkan warna hijau ( bisa berbeda di tiap STB ).

Untuk lebih jelasnya trik dan tips memsang antena parabola ini, bisa referensi ke situs ini dan search dengan Google aja dech. Semoga bermanfaat! ;)



Antenna Panel18dB buatanSinducs

Dari pada beli mahal mendingnya bikin-kan :) biar jelek juga buatan sendiri hehehe.. narsis sedikit dech,.. oke ini tahapan bikin antena panel 18dbi,.. tapi sebelum kita mulai mungkin ada yang belum tau yang dimaksud antena panel itu apaan.. coba tannyakan langsung ke paman google,…

Antena panel ini pada dasarnnya dibuat diatas PCB yang bisa di beli di toko2 electronik,.. biasannya harus pesen kalo ukurannya rada besar,.. nah untuk dimesi ukuran antena panel 18dbi adalah 33×34cm nah sebenernnya antenna ini nyontek produk dlink ant24-1800.. untuk file blue print nya sihlakan download di sini,…

Ok mari kita mulai pembuatan antenna panel 18 dbi ini,…

Tahap 1, Bikin cetakan

Ada dua cara yang saya tau untuk membuat cetakan untuk blue print kita,.. satu dengan menyablon, dan yang kedua dengan cutting stiker,.. untuk pembuatan partai besar alias banyak anda bisa menggunakan tehnik sablon,.. kalo hannya untuk partai kecil cukup gunakan cutting stiker saja lebih praktis,.. berikut dokumentasinya pada saat saya buat antenna ini dengan tehnik menyablon..

Tahap 2, larutkan dengan feroclorid




berikutnya kalo cetakannya diatas PCB-nya sudah jadi, masukan ke campuran air panas dan feroclorid,, hehehe mudah2an nggak salah ejannya,.. :P untuk daerah jakarta bisa beli ditoko kimia di terminal kampung melayu namannya Inti Kimia,.. paling 25ribu 1 plastik.. bisa 10 kali pakai,.. truz goyang2 aja sampe tembaga-nya terkikis yang tinggal hannya cetakannya,…

Tahap 3, Bersihkan

seletalah selesai dengan larutan fericorid, bersihkan cektakan dengan thiner aja,.. berhubung harga minyak tanah mahal :) ,… jangan lupa bersihkannya sampe bersih yah..

Tahap 4, pasang Konektor dan Reflektor

Lalu pasang N-Konektor dan reflektornnya,.. untuk N connector bisa di beli di toko alat electronik komunikasi seperti HT dll, nah kalo reflektornya itu menggunakan plat alumunium, jangan terlalu tebal karena berat nanti antenannya,.. untuk ukuran reflektor itu tersesah anda baiknya lebih besar dari penampang antennannya,.. dan jangan lupa setelah selesai semua,.. elemennya yang didepan di pilok dengan pilok pernis yang bening biar nggak karatan.. karena kalo di diamkan satu hari saja bisa langsung karatan..

Oh ya, biar PCB ga cepat korosif, coba lapisi dengan gondorukem yang dilarutkan ke thinner (cari di toko besi). Mengkilat dan awet ntar. Untuk alternatif pelarut bisa juga pakai NA2 + HCL + AIR.

Tahap 5, Test

Setelah antenna selesai anda harus tes kemampuannya,… perhatikan polarisasi vertical dan hrizontalnya,.. sejauh ini kita test menggunakan beberapa radio hasilnya sangat memuaskan,.. :) dari beberapa hasil test seperti noise dan bandwith yang bisa lewat dengan antenna buatan ini,.. hasilnya cukup memenuhi syarat jika ingin digunakan untuk koneksi broadband,…

Nah masih ada PR neh buat kita yang belum selesai,.. yaitu membuat dudukan atau moting untuk antena panel ini,.. juga membuat kemasan untuk menutup elemen yang didepannya,.. kita akan terus riset untuk mencari harga termurah,.. kalo ada masukan sihlakan kami akan senang sekali… :) selamat mencoba :),…

Antenna Sectoral Sederhana e-goen

Antenna sectoral sederhana berikut adalah rancangan Pak Goen dengan cara menambahkan sedikit reflector di belakang antenna omnidirectional bawaan Access Point.

Material yang dibutuhkan
Material yang dibutuhkan
Foto Access Point dengan dua (2) Antenna
Foto Access Point dengan dua (2) Antenna
Access Point sudah di instalasi dalam kotak
Access Point sudah di instalasi dalam kotak
Access Point dengan reflector sectoral siap tempur
Access Point dengan reflector sectoral siap tempur
Access Point Siap Tempor di atas "tower"
Access Point Siap Tempor di atas "tower"

Wajanbolic e-goen

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search

WARNING: Antenna wajanbolic e-goen sangat sensitif terhadap arah antenna, anda harus pelan-pelan mengarahkan antenna ke base station supaya dapat sinyal maksimum.


Antenna Wajan, atau Wajanbolic e-goen merupakan terobosan dalam Teknologi RT/RW-net. Antenna Wajanbolic e-goen dapat menjadi client yang murah dalam sebuah RT/RW-net sehingga kita dapat ber Internet dengan murah. Internet murah bukan berarti mencuri bandwidth dan ber Internet gratis, seperti kebanyakan orang menyangka. Internet menjadi murah karena beban biaya di tanggung ramai-ramai oleh banyak mengguna di sebuah RT/RW dalam RT/RW-net

Pak Gunadi dan Wajanbolic e-goen
Pak Gunadi dan Wajanbolic e-goen

Antenna Wajanbolic e-goen di kembangkan oleh Pak Gunadi (Pak Gun) atau lebih di kenal e-goen. Pak Gun berasal dari Jogyakarta alumni STEMBAYO. Informasi terakhir, beliau bekerja di Indosat menjadi salah seorang yang bertanggung jawab di Stasiun Bumi Indosat di Purwakarta. Sejak 2005-awal 2006, sosok e-goen dominan memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan antenna wajan & antenna panci di Indonesia. Antenna wajan yang kemudian dikenal sebagai wajanbolic e-goen menjadi andalan utama bagi mereka yang ingin membangun RT/RW-net atau Wireless Internet murah di rumahnya dengan modal sekitar Rp. 300-350.000 saja.

Pak Gun aktif di mailing list indowli@yahoogroups.com dan mengajarkan subscriber indowli@yahoogroups.com teknik-teknik membuat antenna murah menggunakan wajan, kaleng, pipa pralon. Dengan peralatan yang sangat sederhana kita dapat membangun sambungan Wireless Internet yang cukup jauh untuk menjangkau wilayah lebih dari 2-4 km.

Awalnya, Pak Gun menyebarkan foto-foto awal wajanbolic, maupun antenna sederhana lainnya di situs http://pg.photos.yahoo.com/ph/gunpwk/my_photos. Sayang, Yahoo Photo men-delete semua foto wajanbolic e-goen. Situs Photo Pak Gun telah pindah ke,

Sebagian dari foto Wajanbolic e-goen dari situs Yahoo Photo di selamatkan ke Situs DIKLAT ORARI pada alamat


Cuplikan Bahan dan Konstruksi Antenna Wajan

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat akses Internet menggunakan antenna wajanbolic adalah,

Konstruksi antenna wajanbolic,

  • membuat dudukan untuk USB WLAN dari pralon 1", yang dilapisi oleh lakban aluminium, sehingga berfungsi seperti antenna kaleng.
  • lubangi tengah-tengah wajan
  • dudukan pipa pralon dengan USB WLAN di muka wajan.
  • perpanjang kabel USB dengan menggunakan kabel UTP.

Sedikit perhitungan posisi lakban aluminium terhadap dasar wajan.

  • Lokasi fokus wajan adalah f=D^2/(16xd) dimana D adalah diameter wajan, dan d adalah kedalaman wajan.
  • Posisi USB wifi adalah 3/4Lg, kira-kira 5.2-5.3cm untuk pralon 3".

Antenna Kaleng USB

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search
Peralatan yang di siapkan
Peralatan yang di siapkan
Pemasangan Dudukan Untuk USB WiFi
Pemasangan Dudukan Untuk USB WiFi
Posisi USB WiFi
Posisi USB WiFi
Pemasangan Dudukan Penutup untuk USB WiFi
Pemasangan Dudukan Penutup untuk USB WiFi
Antenna Kaleng USB yang siap tempur
Antenna Kaleng USB yang siap tempur


Antenna Kaleng USB Modif

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search

Material yang dibutuhkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar